
Sirip ikan hiu konon memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tak heran banyak orang yang ingin mengonsumsinya. Tapi sebenarnya banyak mitos yang masih dipercaya.
"Ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat. Pertama, banyak hiu yang dipikir agresif segala macam, tetapi faktanya hanya 3 dari 300 jenis spesies yang agresif," ujar Hafizh, Kordinator Program Penangkap Ikan WWF Indonesia, dalam konferensi pers #SOSharks, di Anomali Cafe, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2013).
Keyakinan akan agresifitas hiu ini lantas dikaitkan dengan kejantanan. Jadi dengan mengonsumsi sirip hiu dipercaya bisa menambah kejantanan. Selain itu sirip hiu juga dipercaya bisa membuat awet muda.
"Sebenarnya hiu sebagai top predator pada ekosistem laut, memakan ikan-ikan lebih kecil dalam ekosistem, dapat dibayangkan banyak kondisi laut tercemar, membuat ikan tersebut memiliki kandungan logam atau merkuri lebih tinggi dibandingkan biota laut lainnya," imbuh Hafizh.
Dia menambahkan harga sup sirip ikan hiu relatif mahal. Hal itu menjadikan pendapatan atau pemasukan si penjual lebih besar.
"Beberapa bulan lalu ada kajian yang mengatakan sebenarnya pendapatan ikan hiu hidup sebagai ekowisata lebih besar dibanding semangkuk ikan hiu, yang bernilai US$ 180," tuturnya.
Praktisi yoga dan food combining, Erikar Lebang, yang juga hadir dalam acara tersebut membenarkan bahwa tingginya zat merkuri dalam tubuh ikan hiu mempengaruhi kondisi kesehatan.
"Sirip hiu itu memiliki warna tidak menarik, oleh karena itu banyak orang yang mencelupkan juga ke larutan hirosikda dan itu dapat menyebabkan radikal bebas," kata Erikar
Sementara itu penyanyi Nugie yang juga aktivis lingkungan mengaku memiliki pengalaman unik dengan hiu. Awalnya ia mengaku takut bertemu dengan hewan predator tersebut, namun begitu berinteraksi langsung saat menyelami keindahan laut Indonesia yang eksotis, ketakutan itu lenyap.
"Saya langsung jatuh cinta," kata Nugie.
Nugie yang memiliki istri keturunan China sempat mencari tahu mitos-mitos tentang sirip ikan hiu. Maklum menurut istrinya zaman dulu bangsawan China memiliki ambisi memakan makanan yang tak biasa.
"Sebenarnya ada banyak makanan eksotis, dulu menurut istri saya raja-raja di China memiliki ambisi memakan makanan yang belum tidak bisa dinikmati oleh rakyatnya," tutur Nugie.
Menurut dia, salah satunya adalah sarang burung walet. "Jadi semu mitos itu bohong, kalau mau jantan naik sepeda Bro," ucap Nugie.
sumber: detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar